NTTBACARITA, KUPANG — Persatuan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan 350 paket bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak bencana di Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, NTT.
Aksi tanggap darurat yang berlangsung selama dua hari sejak Rabu (27/8/2026) ini menyasar warga terdampak yang hingga saat ini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian darurat.
Perjalanan rombongan tim kemanusiaan bermula dari Kupang menuju Bandara Bajawa, Ngada. Dari Bajawa, tim menempuh jalur darat selama empat jam melintasi medan berliku untuk mencapai lokasi penyaluran pertama di Kabupaten Manggarai Timur.
Di Manggarai Timur, distribusi bantuan dilakukan di tiga titik utama hingga larut malam:
Paroki Kisol: 64 paket bantuan diserahkan sekitar pukul 19.00 WITA.
Desa Nanggalaban, Kecamatan Borong: Penyaluran paket kebutuhan pokok warga.
Kelurahan Ranaloba, Kecamatan Borong: 118 paket bantuan rampung dibagikan pada pukul 23.00 WITA.
Setelah menyelesaikan penyerahan di Manggarai Timur, tim kembali ke Bajawa dan tiba pukul 02.30 WITA.
Misi kemanusiaan dilanjutkan keesokan harinya menuju Kabupaten Ngada dan Nagekeo dengan rincian:
Desa Watulajar, Kecamatan Riung (Ngada): 51 paket bantuan.
Desa Woko Dekororo, Kecamatan Nangaroro (Nagekeo): 49 paket bantuan.
Desa Lengko Sambi, Kecamatan Riung (Ngada): 13 paket bantuan.
Di Desa Lengko Sambi, tercatat sedikitnya 376 jiwa masih bertahan di dalam tenda-tenda darurat di pinggir jalan.
Rincian Bantuan Kemanusiaan
Setiap paket bantuan senilai Rp 300.000 tersebut memuat kebutuhan pokok dan sanitasi harian, meliputi:
10 kilogram beras
2 liter minyak goreng
2 kilogram gula pasir
1 rak telur (30 butir)
Perlengkapan kebersihan diri (sikat gigi dan pasta gigi)
Perwakilan PSMTI Provinsi NTT berharap penyaluran bantuan langsung ini dapat membantu meringankan beban pemenuhan kebutuhan dasar warga serta menghadirkan dukungan moral bagi masyarakat terdampak di Pulau Flores. (JNB)
Komentar
Posting Komentar