NTTBACARITA, KUPANG — Organisasi kerja sama internasional Jerman, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melalui program ZME Indonesia, menggandeng Universitas San Pedro dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) untuk mendukung program migrasi kerja yang aman dan prosedural bagi tenaga kerja Indonesia.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi ketenagakerjaan yang menyasar para mahasiswa, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perwakilan GIZ ZME Indonesia, Jesika Iren Wiwobo, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari proyek strategis tata kelola migrasi. Fokus utamanya adalah memastikan seluruh tahapan penempatan tenaga kerja ke luar negeri berjalan sesuai regulasi demi menjamin keamanan para pekerja.
"Kami menjalankan salah satu projek terkait tata kelola migrasi dan menggandeng BP3MI untuk memastikan proses migrasi berlangsung secara aman," ujar Jesika dalam keterangan tertulisnya.
Peluang Besar di Industri Jerman
Jesika mengungkapkan, pasar kerja di Jerman saat ini tengah membuka peluang yang sangat besar bagi tenaga kerja asing. Kendati demikian, industri di Jerman menerapkan standar yang ketat terkait kualifikasi dan kompetensi bertenaga spesifik.
"Kebutuhan tenaga kerja di Jerman saat ini cukup tinggi, terutama untuk tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan kualifikasi sesuai kebutuhan industri," kata Jesika.
Melalui forum sosialisasi ini, Jesika mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tatap muka dengan para pemangku kepentingan secara optimal. Informasi yang valid dan komprehensif dinilai menjadi modal utama agar para calon pekerja migran tidak terjebak dalam jalur penempatan non-prosedural.
"Kami berharap mahasiswa dapat aktif bertanya dan berdiskusi agar memperoleh informasi yang lebih lengkap dari para narasumber mengenai peluang kerja di luar negeri," tambahnya.
Di akhir keterangannya, GIZ turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak BP3MI. Komitmen lembaga tersebut dalam mengawal edukasi dan sosialisasi ketenagakerjaan dinilai krusial, terutama di daerah-daerah kantong pekerja migran seperti Nusa Tenggara Timur.
Komentar
Posting Komentar