Putra Nusa Tenggara Timur Raih Gelar Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Hasanuddin.

Pada tanggal 7 Mei 2026, bertepatan dengan pelaksanaan wisuda di Universitas Hasanuddin, sebuah capaian akademik membanggakan kembali ditorehkan oleh putra daerah asal Nusa Tenggara Timur, yakni Meldilianus N. J. Lenas.

Pria yang akrab disapa Meldi ini resmi meraih gelar Doktor pada Program Doktor Ilmu Ekonomi dengan predikat sangat memuaskan dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94. Disertasinya yang berjudul “Analisis Desentralisasi Fiskal terhadap Pengangguran di Provinsi Nusa Tenggara Timur” menjadi bentuk kontribusi akademik dalam menjawab persoalan pembangunan daerah, khususnya terkait pengangguran dan kebijakan fiskal di NTT.

Penelitian tersebut diharapkan mampu menjadi referensi ilmiah bagi Pemerintah Provinsi NTT dalam proses pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan ekonomi daerah, sekaligus memperkaya khazanah akademik dalam bidang ekonomi pembangunan dan desentralisasi fiskal di Indonesia.

Perjalanan akademik ini juga menjadi simbol perjuangan anak daerah. Meldi lahir dari keluarga sederhana asal NTT, dengan latar belakang keluarga yang kuat akan nilai perjuangan dan pendidikan. Ibu Wilhelmina Timo berasal dari Ayotupas, Soe, sementara Bapak Thomas Lenas berasal dari Wekbelar, Malaka. Nilai kerja keras, disiplin, dan semangat untuk terus belajar menjadi fondasi utama dalam perjalanan hidup dan pendidikannya.
Di tengah kesibukan akademik, Meldi juga menjalani kehidupan keluarga bersama sang istri tercinta, Natalia Jerahu, serta putra mereka, Sean King Foma Lenas. Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan besar dalam menyelesaikan studi doktoral tersebut.

Saat ini, Dr. Meldilianus N. J. Lenas, S.M.,M.M. berhomebase di STIM LPI Makassar dan aktif menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Selain aktif mengajar di kampus utama, ia juga turut berkontribusi sebagai pengajar di beberapa perguruan tinggi lainnya serta terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat.

Capaian ini menjadi inspirasi bahwa keterbatasan geografis dan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Dengan tekad, konsistensi, dan semangat belajar yang kuat, putra-putri daerah kiranya mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

“Pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi bagaimana ilmu pengetahuan dapat kembali kepada masyarakat dan menjadi solusi bagi daerah asal,” ungkap Dr. Meldilianus N. J. Lenas.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya anak-anak Nusa Tenggara Timur, untuk terus bermimpi, belajar, dan berjuang demi masa depan yang lebih baik.

Komentar