Guru SMPN 2 Amarasi Barat Garap Rencana Pembelajaran Mendalam.

NTTBacarita, ​AMARASI BARAT – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Pendidikan Agama Kristen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menggelar pelatihan intensif bertajuk "Transformasi Praktik Pembelajaran Guru melalui Pelatihan Deep Learning: Konsep dan Aplikasi" di SMP Negeri 2 Amarasi Barat, Nusa Tenggara Timur, 27-28 April 2026.

​Kegiatan ini bertujuan membekali para pendidik dengan kemampuan menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) guna menjawab tantangan Kurikulum Merdeka. Selama dua hari, para guru berkolaborasi dengan akademisi IAKN dan fasilitator nasional untuk mengubah pola pengajaran yang semula sekadar penyampaian konten menjadi proses berpikir reflektif.
​Dr. Roimanson Panjaitan, M.Pd.K., anggota tim PKM, menegaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) mendesak diterapkan agar siswa mampu membangun struktur berpikir melalui pemecahan masalah nyata.

​"Proses belajar mengajar di lapangan seringkali masih terpaku pada materi tanpa menyentuh aspek refleksi siswa," ujar Roimanson, Senin (27/4/2026).

​Hasil Aplikatif Dalam pelatihan ini, fasilitator nasional Deep Learning, Marlin Kana Mangngi, M.Pd., Gr., membimbing langsung teknis penyusunan modul ajar. Hasilnya, para guru berhasil menyusun draf RPM yang mengintegrasikan strategi Think, Talk, and Write (TTW).
​Salah satu inovasi yang dihasilkan adalah modul mata pelajaran Bahasa Indonesia bertema "Mencipta Puisi". Modul ini mencakup tiga tahapan utama:

​Memahami (Think): Membangun kesadaran (mindful) siswa dalam mengidentifikasi ide secara mandiri.

​Mengaplikasi (Talk): Menciptakan suasana menggembirakan (joyful) melalui diskusi kelompok.

​Merefleksi (Write): Menulis puisi berdasarkan pengalaman nyata agar pembelajaran menjadi bermakna (meaningful).

​Ketua Tim PKM IAKN Kupang, Martin Ch. Liufeto, M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini memang menitikberatkan pada hasil yang aplikatif di dalam kelas.

​Respons Positif
​Kepala SMP Negeri 2 Amarasi Barat, Yohanis LopoBois, S.Pd., mengapresiasi keberhasilan tim PKM dalam mendorong perubahan praktik mengajar di sekolahnya. Ia mencatat, meski konsep deep learning mulai dikenal, namun praktik penyusunan rancangan pembelajaran yang utuh baru pertama kali dilakukan melalui pelatihan ini.
​"Kami sangat berterima kasih kepada tim PKM IAKN Kupang atas pendampingan hingga guru-guru mampu menghasilkan produk berupa RPM," kata Yohanis.
​Senada dengan itu, Harinna M. Radja Hedo, S.Pd., salah satu guru peserta, mengaku lebih percaya diri dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Menurutnya, metode ini menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan tidak membosankan bagi siswa maupun guru.

​Selain Martin Liufeto dan Roimanson Panjaitan, tim PKM ini juga beranggotakan Tince Dormalin Koroh, M.Pd., Rita, M.Pd., serta melibatkan mahasiswa Indy Rastanti Haekase sebagai bentuk kolaborasi akademik dan praktis.

Komentar