Hujan Deras Picu Longsor di Kolhua, Satu Rumah Rusak Berat
NTTBacarita, Kupang — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan bencana tanah longsor di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, pada Senin (16/3/2026) malam. Satu unit rumah permanen milik warga dilaporkan rusak berat akibat terjangan material tanah, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Rumah milik Nefri Lae, yang terletak di RT 033 RW 011 Kelurahan Kolhua, mengalami kerusakan signifikan pada struktur bangunan. Tembok bagian depan dan belakang rumah roboh total setelah tanah di sekitar fondasi mengalami pergeseran akibat jenuh air.
Kronologi Kejadian
Pemilik rumah, Nefri Lae, menuturkan bahwa gejala awal pergerakan tanah sudah mulai terlihat sejak Senin sore sekitar pukul 18.00 WITA. Ia sempat menemukan retakan pada dinding luar rumah dan berupaya menutupnya secara mandiri.
Namun, seiring meningkatnya curah hujan pada tengah malam, retakan tersebut melebar dan struktur bangunan mulai kehilangan kestabilan.
"Sekitar pukul 00.00 hingga 01.00 WITA, saat hujan sangat lebat, tembok mulai roboh secara perlahan. Kami memutuskan keluar rumah pada pukul 03.00 WITA karena khawatir bangunan akan runtuh sepenuhnya," ujar Nefri, Selasa (17/3/2026).
Saat kejadian, terdapat empat orang di dalam rumah, yakni Nefri beserta istri dan dua anaknya. Seluruh anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri sebelum kerusakan bertambah parah. Saat ini, keluarga korban terpaksa mengungsi ke rumah kerabat di Kelurahan Fatukoa.
Respons Pemerintah
Lurah Kolhua, Silvester Helo, mengonfirmasi bahwa pihak kelurahan telah meninjau lokasi bersama aparat kepolisian dari Polsek Maulafa. Berdasarkan pendataan awal, kerugian material cukup besar karena kondisi rumah sudah tidak layak huni untuk sementara waktu.
"Kami telah melaporkan kejadian ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kota Kupang agar segera mendapatkan penanganan dan bantuan logistik bagi korban," kata Silvester.
Imbauan Kewaspadaan
Meskipun wilayah tersebut sebelumnya tidak masuk dalam peta rawan longsor yang sering terjadi, Silvester mencatat ada lima rumah lain yang berada dalam radius bahaya di sekitar titik longsor tersebut.
Pemerintah setempat mengimbau warga Kota Kupang, khususnya yang tinggal di wilayah topografi miring atau perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat fenomena cuaca ekstrem yang kerap terjadi di bulan Maret, warga diminta segera melakukan evakuasi mandiri jika menemukan retakan tanah atau bangunan saat hujan lebat berdurasi lama.
Komentar
Posting Komentar