NTTBacarita, JAKARTA – Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) secara resmi mulai mematangkan rencana penerbitan buku dokumenter yang digagas oleh Dewan Pakar organisasi tersebut. Langkah ini diambil untuk mendokumentasikan rekam jejak, sejarah, serta kontribusi para pejuang Timor Timur dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Rencana strategis ini dibahas dalam pertemuan intensif yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum FKPTT, Eurico Guterres, pada Minggu (15/2/2026) di Park Hotel, Cawang, Jakarta Timur. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, di antaranya Domingos Pollicarpo, Francisco Fernandes, Antonio Castro, Hukman Reni, dan Salatanning.
Kolaborasi dengan Akademisi
Proyek literasi ini akan digarap di bawah arahan Dewan Pakar FKPTT yang dipimpin oleh akademisi sekaligus budayawan, Pater Gregor Neonbasu, SVD. Keterlibatan Dewan Pakar diharapkan mampu memberikan bobot ilmiah dan objektivitas terhadap narasi yang akan dibangun dalam buku tersebut.
"Pertemuan hari ini merupakan langkah krusial untuk menyamakan persepsi. Kami sepakat bahwa sejarah dan gagasan-gagasan besar dari FKPTT perlu diabadikan dalam bentuk karya tulis yang komprehensif," ujar Eurico Guterres di sela-sela pertemuan.
Menjaga Memori Kolektif
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut menyepakati bahwa buku ini tidak hanya sekadar catatan administratif, melainkan sebuah memoar kolektif yang mencakup:
- Perspektif Sejarah: Menghimpun data dan fakta perjuangan dari sudut pandang para pelakunya.
- Visi Kebangsaan: Menegaskan posisi dan kontribusi komunitas pejuang Timor Timur terhadap integrasi dan kedaulatan bangsa.
- Edukasi Publik: Menjadi referensi bagi generasi mendatang agar memahami dinamika sejarah secara utuh.
Seluruh peserta pertemuan menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh tim penulis dalam mengumpulkan data, dokumen, maupun kesaksian lisan yang diperlukan. Hingga saat ini, tim teknis sedang mempersiapkan kerangka naskah sebelum masuk ke tahap penulisan intensif.
Komentar
Posting Komentar