BI NTT Dorong Produk Halal dan Modest Fashion Menembus Pasar Global.


​NTTBacarita, Kupang — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah tersebut. Melalui program pengembangan kapasitas Industri Kreatif Syariah (IKRA) 2026, UMKM lokal didorong untuk melakukan standardisasi produk agar mampu bersaing di pasar global yang kini bernilai ribuan triliun rupiah.

​Upaya penguatan tersebut diwujudkan dalam kegiatan Capacity Building IKRA 2026 bertajuk "Local Roots, Global Reach: Strategi Mendorong Produk Unggulan UMKM NTT yang Halal, Sehat, dan Berkelanjutan" yang berlangsung di Kota Kupang, 19–20 Februari 2026. Sebanyak 36 pelaku UMKM dari kategori modest fashion dan makanan halal (halal food) terlibat dalam pendampingan intensif ini.


​Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, dalam sambutannya menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi dengan kontribusi lebih dari 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Di NTT, sektor ini menjadi motor penggerak utama yang memerlukan sentuhan inovasi dan standardisasi.

​"Identitas lokal bukanlah batasan, melainkan fondasi untuk menembus pasar global. Dengan inovasi, standardisasi halal, dan strategi digital yang tepat, produk UMKM NTT dapat menjadi kebanggaan Indonesia di pasar dunia," ujar Rio.


Peluang Pasar Global

​Bank Indonesia melihat potensi besar pada sektor ekonomi syariah. Berdasarkan data global, pasar makanan halal dunia tercatat mencapai lebih dari 2,3 triliun dollar AS, sementara sektor modest fashion melampaui 300 miliar dollar AS.

​Untuk menangkap peluang tersebut, BI NTT menghadirkan dua pakar yang juga merupakan Dewan IKRA nasional, yakni desainer Ali Charisma untuk kategori busana dan Chef Bara Pattiradjawane untuk kategori kuliner. Keduanya memberikan panduan mengenai kurasi produk, kualitas rasa, hingga estetika desain yang sesuai dengan selera pasar internasional tanpa meninggalkan ciri khas NTT.


​Selain aspek produk, para peserta juga dibekali materi manajerial yang komprehensif. Digital marketer Edry Sengaji memberikan pelatihan pemasaran digital, sementara Avif Galang dari perbankan syariah memaparkan strategi pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan.

Digitalisasi dan Sinergi

​Dalam kesempatan yang sama, BI NTT juga memberikan edukasi internal mengenai pencatatan laporan keuangan, penggunaan aplikasi PeKA, serta pengalaman bertransaksi menggunakan QRIS (QRIS Experience). Langkah ini bertujuan agar UMKM tidak hanya unggul dalam produksi, tetapi juga tertib secara administrasi dan melek teknologi finansial.


​"Peningkatan kualitas, kapasitas produksi, dan akses pasar adalah faktor kunci pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan," tambah Rio.

​Melalui kegiatan ini, BI NTT berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis. Target akhirnya adalah melahirkan UMKM NTT yang naik kelas—memiliki akar lokal yang kuat namun mampu menjangkau konsumen di berbagai belahan dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Eurico Guterres dan Nusa Widjaya Sepakati Program Pemberdayaan Ekonomi bagi Putra-Putri FKPTT.

Wali Kota Kupang Terima Honorer TMS P3K Tahap 2: “Saya Ada Bersama Bapak dan Ibu, Kita Sama-Sama Berjuang.

Eurico Guterres Tolak Jabatan, Namun Aspirasi Kongres FKPTT Dorongnya Kembali Pimpin Periode 2025–2030