Kepuasan Publik Kupang Capai 80,1%! Wali Kota Gelar Uji Kompetensi untuk Rotasi Pimpinan OPD.
NTTBacarita, Kupang - Pemerintah Kota Kupang menyelenggarakan Pemetaan Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2025 di Hotel Sahid T-More pada hari Sabtu (13/12). Acara dihadiri oleh Wali Kota dr. Christian Widodo, Inspektur Provinsi NTT Stefanus F. Halla, S.T., M.M., CGCAE., Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, S.H., beserta para Asisten Sekda, Ketua Tim Penilai, Ketua Panitia Seleksi, pimpinan OPD, dan Camat.
Wali Kota menyatakan bahwa uji kompetensi ini bagian dari evaluasi kinerja semua pimpinan OPD, yang dijalankan berdasarkan sistem merit yang berlandaskan kompetensi, kemampuan, dan keahlian. Ia bahkan menekankan secara tegas: “Sejak awal saya minta supaya ada evaluasi kinerja dan semua dilakukan uji kompetensi. Pemetaan jabatan ini harus benar-benar menggunakan merit sistem, meritokrasi, semuanya berbasis kompetensi, kemampuan, keterampilan, dan keahlian.”
Ia juga memberitahu kabar positif: tingkat kepuasan masyarakat mencapai 80,1% dalam 8 bulan pertama masa jabatannya – yang disebutnya belum pernah terjadi sebelumnya. “Ini bukan karena saya hebat. Ini karena OPD-OPD bergerak dalam satu komando, satu perahu, satu frekuensi, satu tarikan napas. Dan tentu karena Tuhan serta masyarakat Kota Kupang,” ungkapnya. Namun, ia mengingatkan agar tidak puas diri: “Hasil survei ini harus menjadi motivasi, bukan membuat kita jumawa. Pekerjaan kita masih sangat banyak dan saya merasa masih jauh dari sempurna.”
Sebagai kabar yang "cukup baik", Wali Kota mengumumkan rencana rotasi pimpinan OPD sebagai alasan utama pelaksanaan uji kompetensi, dan meminta peserta untuk mengikutinya dengan tenang. Ia menekankan agar penilaian tidak hanya fokus pada aspek akademis dan teknis, tetapi juga integritas, kemampuan memecahkan masalah, daya beradaptasi, dan kepemimpinan yang tulus – tanpa memandang usia atau latar belakang. “Pemimpin yang baik tidak mencari siapa yang salah, tetapi menyelesaikan masalah. Saya mau pimpinan OPD yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan teknologi, tanpa melihat usia. Dan yang terpenting, pemimpin sejati itu memimpin dengan hati, bukan hanya dengan otoritas,” tegasnya.
Selama 8 bulan terakhir, Wali Kota tidak melakukan rotasi demi menjaga keadilan dan objektivitas, memilih untuk melihat langsung kinerja para pimpinan. “Saya mau adil dan fair. Kalau dia kompeten, meskipun dari tim mana pun, kita pakai. Tidak ada lagi sekat-sekat. Yang utama adalah kompetensi,” ujarnya. Target pengisian jabatan kosong dan rotasi adalah awal Januari 2026, agar pemerintahan berjalan lebih efisien.
Menurut Sekretaris BKPPD, kegiatan ini adalah implementasi kebijakan nasional pengelolaan ASN, bertujuan untuk mendapatkan data ASN yang sesuai dengan kompetensi dan potensi sebagai dasar pengambilan keputusan ke depan. Ada 14 peserta dengan tahapan seleksi meliputi penilaian manajerial, bidang (makalah, presentasi, wawancara), dan evaluasi kinerja, didukung oleh 7 penilai dari Assessment Center BKPPD Provinsi NTT serta panitia yang terdiri dari pemerintah dan akademisi. Kegiatan berlangsung 5 hari dengan harapan menghasilkan rekomendasi yang akurat dan objektif.
Komentar
Posting Komentar